1. Pilih Niche yang Tepat
Fokus pada niche dengan demand tinggi: teknologi, keuangan, gaming, dan entertainment adalah niche dengan traffic paling besar. Konsistensi di satu niche membangun audiens loyal.
Riset keyword populer menggunakan Google Trends untuk menemukan topik yang sedang trending. Buat konten yang relevan dan sertakan shortlink Anda secara natural.
2. Diversifikasi Platform
Jangan hanya mengandalkan satu platform. Sebar konten Anda di WhatsApp, Telegram, Facebook, Twitter, TikTok, dan YouTube. Setiap platform memiliki karakteristik audiens yang berbeda.
Buat konten yang sesuai format masing-masing platform: video pendek untuk TikTok, thread untuk Twitter, dan post panjang untuk Facebook Groups.
3. Gunakan Analitik untuk Optimasi
Dashboard Shortlinkmu menyediakan data real-time tentang klik, lokasi pengunjung, dan performa setiap link. Gunakan data ini untuk mengindentifikasi apa yang berhasil dan apa yang tidak.
A/B test judul dan deskripsi link Anda. Kadang perubahan kecil pada copywriting bisa meningkatkan CTR (Click-Through Rate) hingga 2-3x lipat.
4. Waktu Posting yang Strategis
Posting di jam-jam prime time ketika audiens target Anda paling aktif. Untuk audiens Indonesia, jam 7-9 pagi dan 7-10 malam adalah waktu terbaik.
Untuk target audiens global, sesuaikan dengan timezone negara CPM tinggi — posting jam 8-10 pagi EST untuk menjangkau audiens Amerika.
5. Bangun Aset Jangka Panjang
Buat blog, channel YouTube, atau akun sosial media yang menghasilkan traffic organik. Ini lebih sustainable dibanding spam link di berbagai tempat.
Konten evergreen (selalu relevan) seperti tutorial dan panduan akan terus menghasilkan klik dan penghasilan berbulan-bulan setelah dipublish.